|
||||
| Menghadapi Tsunami |
|
Tsunami berasal dari Bahasa Jepang yang terdiri dari dua kata yaitu Tsu yang berarti pelabuhan dan Nami yang berarti gelombang. Tsunami umumnya dipicu oleh gempa bumi, letusan gunung berapi atau timbulnya patahan dan pergerakan lempeng bumi yang terjadi di dasar laut. Namun tidak semua gempa yang terjadi di laut menyebabkan tsunami. Hanya gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 6,3 skala richter dan terjadi di laut dangkal dengan kedalaman kurang dari 40 Km yang berpotensi menimbulkan tsunami.
Tsunami menjadi sangat populer di Indonesia setelah terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004. Itu adalah bencana alam yang menelan korban jiwa terbesar di dunia. Sangat disayangkan minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai gejala dan tindakan penyelamatan diri pasca Tsunami pada saat itu. Seharusnya korban jiwa yang mencapai lebih dari 250.000 jiwa dapat diminimalisir, mengingat Tsunami yang terjadi di Aceh bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Pemerintah memang telah belajar banyak dari bencana itu. Alat pendeteksi tsunami pun telah dipasang, Demikian juga dengan sistem peringatan dini. Hanya saja pemanfaatannya masih belum maksimal. Selain terbentur masalah anggaran dan mahalnya alat, masih ada pihak yang tidak bertanggung jawab. Tercatat unit alat pendeteksi tsunami di Kuta, Bali hilang dicuri pada tahun 2006. Hal ini mencerminkan masih lemahnya kesadaran masyarakat untuk saling bahu membahu menanggulangi bencana. Hal yang dapat dioptimalkan adalah sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Khususnya untuk masyarakat di pesisir pantai. Sosialisasi dan simulasi evakuasi tsunami pernah beberapa kali diadakan di Padang, Bali, Banten dan Cianjur. Sayangnya akhir-akhir ini jarang terdengar berita mengenai penyelenggaraan simulasi serupa. Negara lain yang juga rawan terhadap bencana tsunami menaruh perhatian yang sangat besar akan hal ini. Di Jepang, setiap tahunnya masyarakat diwajibkan mengikuti simulasi dan penanggulangan bencana. Bukan hanya tsunami, namun juga gempa bumi, taifun, kebakaran, banjir dan tanah longsor. Buku panduan yang dikemas dengan cara yang sangat atraktif dibagi-bagikan secara gratis. Penyuluhan dan simulasi diberikan secara menyeluruh mulai dari playgroup, sekolah dasar, universitas, perkantoran dan pemukiman umum. Sehingga dapat dipastikan masyarakatnya lebih siap dalam menghadapi bencana. Khusus untuk tsunami, pemerintah Jepang, mulai dari tingkat lokal menjalin kerja sama dengan peneliti dan pihak akademisi dalam membuat analisis dan perkiraan daerah terkena bencana tsunami. Dari data geologi serta catatan sejarah tsunami dan gempa tedahulu, dibuat berbagai analisa dan kemungkinan timbulnya tsunami berikut daerah yang tergenang. Dari data tersebut kemudian ditentukan beberapa lokasi evakuasi yang memungkinkan untuk dicapai masyarakat. Selanjutnya dibuat peta jalur mana saja yang memungkinkan untuk ditempuh agar masyarakat dapat mencapai tempat evakuasi atau tempat yang lebih aman. Apabila bencana benar-benar terjadi, tayangan dan peringatan bencana juga akan diinformasikan secara terus menerus baik melalui televisi maupun radio. Dengan persiapan yang demikian matang, tentu saja korban jiwa dapat diminimalisir. Untuk dapat diterapkan di Indonesia tentunya hal ini akan membutuhkan proses, waktu dan juga biaya. Namun sekali lagi tidak ada yang tidak mungkin apabila pemerintah, lembaga terkait dan masyarakat saling bekerja sama dan bahu membahu dalam mewujudkannya. Bencana alam memang kehendak Tuhan dan diluar kuasa manusia. Namun kita sebagai manusia tidak boleh hanya berdiam diri dan pasrah terhadap nasib. Midha Mulyaningrum, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya, kontributor Mediabersama.com. Saat ini berada di University of Miyazaki Japan, guna membantu penelitian tentang Tsunami, kontributor Mediabersama.com
Jadikan Favorit
Bookmark
Sebarkan Tulisan ini
Dibaca Sebanyak: 1267 Jumlah Komentar (1)
![]() |




Tsunami menjadi sangat populer di Indonesia setelah terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004. Itu adalah bencana alam yang menelan korban jiwa terbesar di dunia. 
