Sebulu Hadapi Kesenjangan Ekonomi, Pesisir Tertinggal dari Daerah Hulu
1 min read
mediabersama.com, KUKAR– Kecamatan Sebulu menunjukkan disparitas ekonomi antara wilayah pesisir dan daerah hulu. Meski secara umum kondisi ekonomi masih stabil, wilayah pesisir mengalami stagnasi akibat tutupnya sejumlah perusahaan, sementara daerah hulu justru menunjukkan pertumbuhan karena sektor perkebunan dan pertambangan yang masih aktif.
Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Sebulu, Nurul Yakin, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak merata di seluruh kecamatan.
“Secara umum tidak ada kemunduran yang signifikan, tetapi pertumbuhan ekonomi juga tidak merata,” ujarnya.
Penutupan perusahaan di pesisir menyebabkan migrasi tenaga kerja ke daerah hulu yang menawarkan lebih banyak peluang.
“Banyak masyarakat yang akhirnya berpindah ke daerah hulu karena masih ada sektor yang bertahan, seperti perkebunan dan pertambangan,” tambah Nurul.
Sebagian besar warga Sebulu bergantung pada pertanian, perkebunan kelapa sawit, peternakan, dan perikanan. Ketimpangan ini menuntut pemerintah kecamatan mencari solusi agar warga terdampak bisa mendapat alternatif mata pencaharian.
“Kami sedang merancang program pelatihan kerja dan bantuan modal bagi pelaku usaha kecil agar mereka dapat bertahan di tengah kondisi ekonomi yang berubah,” jelas Nurul.
Melalui bantuan sosial dari Baznas dan pelatihan keterampilan, diharapkan kesenjangan antarwilayah bisa berkurang dan kesejahteraan warga meningkat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Kukar/yh)