Kapurung Makanan Sehat Khas Luwu

Bagi anda penikmat kuliner mungkin sudah tak asing lagi dengan Kapurung. Makanan berbahan baku sagu yang tergolong sehat karena disajikan bersama sayur-sayuran hijau dengan campuran ikan atau daging ayam.

Kapurung adalah salah satu makanan khas tradisional di Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat daerah Luwu (Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur). Di daerah Luwu, lebih dari 60% masyarakat mengkonsumsi sagu sebagai sumber karbohidrat utama. Dari segi penampilan, Kapurung mengingatkan kita pada papeda, makanan khas Papua yang juga berbahan baku sagu.

Berawal dari makanan selingan ketika musim kemarau, Kapurung ternyata semakin digemari banyak orang dari luar daerah. Makanan ini pun akhirnya menjadi populer di Makassar, kota yang jaraknya ratusan kilometer dari Tanah Luwu. Meski makanan tradisional, Kapurung mulai populer. Selain ditemukan di warung-warung khusus, juga telah masuk ke beberapa restoran, bersanding dengan makanan modern.

Sebagai sebuah hidangan, kandungan nutrisi dalam Kapurung terbilang cukup lengkap. Di dalamnya terdapat karbohidrat dari sagu, vitamin dan serat dari aneka sayuran, dan protein hewani. Sayuran yang dicampurkan pada Kapurung antara lain kacang panjang, tomat, bayam, terong, jagung, dan yang paling unik adalah jantung pisang. Sementara sumber proteinnya berasal dari ikan, udang, dan ayam.

Cara membuatnya cukup mudah, yang perlu disiapkan adalah sagu asli atau tepung sagu yang nantinya akan dilarutkan menggunakan air panas. Setelah sagu tersebut mengental, adonan tersebut dibentuk bulat-bulat kecil seukuran bakso.

Ketika disantap, bola-bola sagu yang lembut dan kenyal meluncur mulus ke dalam kerongkongan disertai rasa asam, gurih, dan pedas dari kuah Kapurung. Memberikan sensasi kenikmatan tersendiri, karena kita tak perlu bersusah payah mengunyahnya. Jika ingin meningkatkan intensitas rasa asam, perasan jeruk nipis bisa ditambahkan ke dalam kuah. Kapurung sangat nikmat jika disajikan dalam keadaan masih panas. Kuah bumbu kacang serta kaya akan rempah yang pedas akan memberikan kehangatan di tenggorokan para penikmatnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *